Jumat, 31 Januari 2020

Resensi Buku Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa

(dok. pribadi) 

Judul Buku : Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa
Penulis : Alvi Syahrin
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2019
Kota Terbit : Jakarta Selatan
Ukuran Buku : 13 x 19 cm
Jumlah Halaman : xii + 236 halaman

Sedikit cerita sebelum mulai meresensi, jadi proses aku mendapatkan buku ini penuh drama sekali. Waktu itu aku lagi penasaran tentang buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta sampai stalk ke akun instagram penulisnya. Ternyata beberapa hari yang lalu, penulisnya baru aja tutup PO buku Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa.

Buku yang satunya aja belum terbeli, malah muncul lagi satu. Aku langsung baca baca dong sinopsis buku yang satunya, dan langsung jatuh cinta begitu baca sinopsis, relate kali sama apa yang aku hadapi beberapa hari terakhir ini.

Kecewanya, aku harus menunggu sedikit lebih lama sebelum bisa menikmati isi buku ini secara utuh dan juga ngga dapat TTD Eksklusif dari bang Alvi Syahrin huhu.

Aku berpasrah buat nunggu sampai ke gramedia dikotaku. Lalu, beberapa hari kemudian semesta berkata lain. Bang Alvi mengumumkan di instagram kalau dia masih menyimpan beberapa buku sisa PO kemarin, rencananya mereka langsung yang akan packing dan mengirimkan buku buku tersebut kepada para pembaca. Paket yang akan didapatkan pun sama seperti saat PO. Bertanda tangan dan ada merchandise eksklusifnya pula. Wow.

Aku excited dan langsung ingin checkout, tapi lagi lagi sudah sold out. Arghhh… gercep kali pembaca mu ini bang.

Wajar aja sih, wong aku mau checkout 2 jam setelah pengumumannya. Aku berpasrah lagi.


Esoknya, muncul lagi story yang mengabarkan masih ada stok hit n run dari pembeli sebelumnya. Tak perlu pikir panjang, aku langsung checkout dan bayar biar dramanya gak tambah panjang lagi. Baru setelah status pengemasan jadi pengiriman, aku bisa berlega hati. Fiuh… alhamdulillah masih berjodoh.

starter pack PO. (dok. pribadi)



akhirnyaa.. aku dapat buku ber-TTD (dok. pribadi)



Selain buku JKTPJAA, aku juga memesan buku What's So Wrong About Your Life-nya Bang Ardhi. Satu paket lengkap untuk memanduku mengarungi kehidupan. Kapan kapan akan aku resensi juga buku tersebut.

Oke, mari kita lanjut membahas tentang apa isi buku JKTPJAA.

Buku ini berisi tentang kegelisahan terhadap masa depan. Dimana realita kehidupan dimulai. Mulai dari lulus SMA, sibuk mempersiapkan diri untuk lanjut ke perguruan tinggi negeri favorit, ada yang berhasil, ada yang tidak. Terjebak gap year. Lalu kehidupan masa kuliah. Tekanan orang tua dan standar kehidupan dari orang-orang pada umumnya. Masa pengangguran. Cari kerja. Mulai bekerja. Bosan dan lelah dengan problematika pekerjaan. Ingin resign. Ingin berwirausaha. Hingga keinginan untuk menikah ketika sudah lelah sekali dengan apapun yang dihadapi. Semuanya dibahas disini.

Buku ini ngga terkesan menggurui, apalagi sok tau. Ia hanya seperti teman yang menceritakan kisahnya sendiri melewati masa-masa itu. Kamu akan merasa ngga sendirian lagi. Sebab bukan hanya perahumu saja yang terombang-ambing di samudera kehidupan penuh ketidakpastian ini. Tapi mereka juga. Sikap dan cara pandang saja yang membuatnya berbeda.

"Namun, selalu ada cerita yang tak pernah diungkapkan secara utuh. Cerita yang dia sendiri tidak minati; yang dia ingin kubur dalam-dalam. Sekali lagi, kita hanya lihat indahnya." (Hal. 184).

Ada pula tentang kita yang selalu menuntut ini itu agar semua dapat berjalan sempurna, lancar, sesuai harapan, sesuai ekspektasi, padahal kita sendiri masih berada didunia. Tempatnya segala ketidaksempurnaan.

Hingga yang paling menohokku, buku ini juga mengingatkan kita pada kematian. Tentang betapa tidak berartinya semua perjuangan dan waktu yang dihabiskan demi mengejar duniawi itu ketika kita sudah berhadapan dengan kematian.

Jangan pula setelah mengetahui fakta paling pasti tersebut kita jadi diam saja tak melakukan apapun. Justru dari semua proses dalam setiap fase hidup itulah kita akan menemukan nilai yang membuat kita lebih bijaksana dalam memaknai semuanya.

Karena itu, buku ini berjudul Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa.

Hampir sulit menemukan cela dari buku ini, karena Bang Alvi sudah membahas semuanya. Kecuali fase after marriage wkwk.

Oh, dan juga tentang anak SMK. Tentang mereka yang kebanyakannya setelah lulus langsung mencari kerja dengan hanya bermodal ijazah SMK dan sertifikat keahlian, serta modal sertifikat praktek kerja industri. 

Ya, dibuku ini tak dibahas secara khusus tentang itu, tapi kalian yang alumni SMK tetap bisa dapat pencerahan dari beberapa bab yang menyinggung tentang setelah lulus SMA tidak bisa lanjut kuliah, tapi tetap menuntut ilmu, mempelajari skill-skill baru, memaksimalkan kemudahan akses informasi dan kursus pelatihan online gratis/berbayar agar menjadi nilai tambah bagi kita sendiri.

Meskipun pada akhirnya semua itu akan kalah jika kita tetap ingin bekerja pada kantor yang mengutamakan sarjana menjadi syarat utamanya. Memang ada beberapa posisi dan kantor yang menetapkan sarjana menjadi syarat mutlak.

Tapi jangan berkecil hati. Karena kita sudah punya skill, kenapa kita tidak membuka peluang sendiri. Tak ada yang sia-sia jika kita sudah berusaha dan berserah pada Yang Maha Kuasa. Aku percaya itu.

Dan kalian juga akan menjumpai kisah ajaib yang dialami langsung oleh Bang Alvi, selaku penulisnya.

Aah, aku sangat merekomendasikan buku ini sebagai salah satu bacaan kalian yang masih bingung dengan masa depan dan agar kalian semakin penasaran, aku akan menyisipkan kalimat-kalimat yang mengena dari buku ini. Happy reading.

"Kita… hanyalah sekumpulan tulang-belulang yang terjebak dalam cerita yang tak kita inginkan." (Hal. 20).

"Bagiku, kesuksesan di dunia ini adalah bisa merasa cukup." (Hal. 33)

"Well, selamat datang di kehidupan; sebuah dunia di mana rintangan tak akan pernah berakhir. Kita selalu sok tahu tentang kehidupan. Mengira satu kondisi adalah satu-satunya solusi atas masalah kita. Namun, setelah solusi ditemukan, kita akan bertemu lagi dengan masalah baru. Begitu terus. Melelahkan memang." (Hal. 42)

"Kita tak pernah tahu akan jadi apa. Meski kita tahu kita ingin jadi apa. Kita tak pernah benar-benar tahu. Jadi, kita butuh belajar. Kita butuh ilmu." (Hal. 47)

"Kita tak ingin dibandingkan, tetapi kita terus membandingkan." (Hal. 66)

"Coba segalanya. Maksimalkan usahamu. Sampai tak ada pilihan yang tersisa selain.. ubah haluan." (Hal. 87)

"Kita tinggal di dunia yang tak sempurna; diisi oleh orang-orang tak sempurna; tetapi, menuntut kesempurnaan." (Hal. 114)

"Jadi, apa makna keluar dari zona nyaman jika ujung-ujungnya yang dicari juga kenyamanan?" (Hal. 178)

"Namun, di lubuk hati terdalam, kita diam-diam merasa butuh validasi orang-orang kalau kita memang sudah sukses dan bahagia." (Hal. 192)

"Dan, begitulah saat kita mati: Kita mengira telah mempersiapkan sebaik-baiknya, tetapi yang kita persiapkan hanyalah masa depan duniawi, melalaikan masa depan akhirat." (Hal. 197)

"Selama ini, kita selalu berpikir dan memperjuangkan agar memiliki hidup yang menenangkan. Sayangnya, kita lupa dan berjuang agar memiliki mati yang menenangkan." (Hal. 202)

"Kita tak pernah tahu akhir kisah seseorang. Kita bahkan tak tahu akhir dari diri kita. Jadi, tetaplah merendah." (Hal. 214)

"Maksudku, hidup ini penuh ketidakpastian dan kekecewaan." (Hal. 219)

Share:

Jumat, 03 Januari 2020

Kilas Balik Tahun 2019

(image 2019 via pinterest)

Tak terasa hari ini sudah berada dipenghujung tahun 2019. Hari demi hari tak sedikitpun berlalu tanpa cerita. Selalu ada kesan suka dan duka yang telah dilewati, menempa diri agar lebih baik lagi di tahun berikutnya.

Menurut ku pribadi sendiri, tahun 2019 ini menjadi tahun yang penuh kejutan, tekanan, cerita dan segala hal yang tak dapat ku sangka. Tahun pertama yang memaksa aku harus keluar sepenuhnya dari zona nyaman.

Dan sebagai bentuk apresiasi kepada diri sendiri, aku menuliskan kesan, suka duka dan pencapaian ku di tahun 2019 pada postingan ini. Agar kelak jadi pengingat saat aku hampir menyerah di tahun berikutnya. 

Mulai dari….


Januari

Bulan pertama ku di tahun 2019 adalah masa beradaptasi di lingkungan kerja baru. Setelah satu bulan diterima bekerja disalah satu perusahaan swasta, aku banyak mempelajari hal baru. Bertemu dengan orang baru.

Kebetulan posisi kerja ku ini mengharuskan untuk berinteraksi selalu dengan orang-orang, makanya begitu ada waktu untuk sendirian. Aku lebih memilih sendiri, karena saat sendirian aku merasa energi ku seperti dicharge ulang.


Februari

Yeay, bulan kelahiran.

Februari tahun 2019 usia ku genap 20 tahun. Kata orang, diusia segini merupakan pintu gerbang menuju fase quarter life crisis. Tapi aku tak peduli. Toh, sejauh ini semuanya masih baik-baik saja

Dan dibulan ini pula aku mulai berkeinginan untuk kembali menghidupkan blog ini, setelah sekian lama rehat.


Maret

Tak ada hal yang spesial.

Dibulan ini aku lebih menunjukkan keseriusan ku dalam mengelola blog. Aku mulai rajin menulis hal yang bisa ku tulis dan layak dibaca, curhatan alay tentang cinta sudah ku buang jauh jauh dari jejak peradaban blog ini. Kemudian agar semangat ku tak naik turun dalam mengelola blog, aku mulai mencari komunitas yang sekiranya bisa mendukung hobi ku.


April

Dan akhirnya dibulan ini aku resmi jadi salah satu anggota komunitas blogger hits asal Kalimantan Selatan yaitu, Female Blogger Banjarmasin. Sebuah komunitas blogger perempuan yang tetap solid dan kompak, meski anggotanya berasal dari daerah yang berbeda-beda tapi masih satu provinsi.

Senang kali, akhirnya punya rekan sehobi dan di komunitas ini juga aku banyak dapat ilmu tentang dunia blogger yang bermanfaat untuk keberlangsungan masa depan blog ku.


Mei

Setelah berhasil jadi bagian dari komunitas didaerah ku. Aku mulai merambah mencari komunitas blogger lain dengan skala nasional. Ternyata ada. Salah satunya adalah Blogger Perempuan Network.

Oiya, dibulan Mei ini aku juga mengikuti blog challenge pertama yang bertema Ramadhan. Tentu saja acara ini diadakan oleh Blogger Perempuan Network.


Juni

Lebaran tahun ini jatuh di bulan Juni.

Menariknya, selain dapat THR, aku juga berhasil menyelesaikan tantangan menulis blog dengan berbagai tema selama Ramadhan dan jadi salah satu dari 5 pemenang tantangan. Sebuah pencapaian pertama yang luar biasa sekali buat ku


dok. pribadi


Juni

Lebaran tahun ini jatuh di bulan Juni.

Menariknya, selain dapat THR, aku juga berhasil menyelesaikan tantangan menulis blog dengan berbagai tema selama Ramadhan dan jadi salah satu dari 5 pemenang tantangan. Sebuah pencapaian pertama yang luar biasa sekali buat ku.

Karena tak menyangka saja, aku punya tekad sekuat itu dalam menyelesaikan tantangannya.

FYI yaa, menulis blog one day one post itu berat sekali. Meski tema sudah ditentukan perharinya apa, tapi kita tetap harus riset juga tentang isi postingan yang akan ditulis. Tidak boleh asal.
Sungguh sebuah pengalaman dan pengetahuan berharga buat ku.


Juli

Di bulan Juli tak begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi.

Setelah berhasil memenangkan tantangan blog bulan lalu, aku jadi keranjingan untuk mengikuti lomba blog lainnya. Penasaran, ingin mengasah skill dengan menjelajah tema baru, dan mencoba peruntungan juga wkwk. Mana tau menang, soalnya hadiah lomba blog ini menggiurkan sekali.

Selain menyibukkan diri dengan ikut lomba blog, pekerjaan dikantor juga mulai bertambah, mulai muncul pula tekanan. Aku jadi harus belajar menyeimbangkan waktu antara kerja dan hobi.

Hm, ini kali pertama aku merasakan atmosfir 'drama kantor' yang sesungguhnya.


Agustus

Bulan perayaan hari jadi kemerdekaan Indonesia.
Tapi aku tak semerdeka itu untuk merayakan.
Menyedihkannya, semua lomba yang aku ikuti di bulan Juli tak satupun yang menang. Huhu.

Kabar baiknya, tepat tanggal 18 agustus 2019. Aku resmi jadi MAHASISWA!!!
Namanya juga maba, pasti masih semangat semangatnya kuliah. Jiwa masih bergelora untuk mengenal kehidupan kampus.

Hal itu terjadi pula dengan ku. Rasa syukur luar biasa karena bisa juga akhirnya mengenyam pendidikan di bangku kuliah dengan biaya sendiri. Sesuatu yang dulu hanya bisa aku targetkan dan bayangkan akan terjadi.


September

Setelah kecewa dengan hasil dari lomba blog bulan lalu, aku memilih untuk vakum lagi. Aku malas untuk menulis sesuatu yang baru lagi di blog. Ngambek ceritanya wkwk.

Di bulan september ini aku beralih fokus ke kuliah, karena kelas pertama ku dimulai. Aku harus punya first impression yang bagus dan semangat yang positif agar bisa mengarungi dunia perkuliahan yang baik selama satu semester ke depan.


Oktober

Ekspektasi tentang dunia perkuliahan yang indah dibantah habis di bulan oktober ini. Baru satu bulan, tapi aku sudah merasa cukup tertampar dengan tugas yang tak kenal kesibukan. Waktu buat leyeh leyeh habis pulang kerja sekarang mulai tersita.

Agar tetap waras, aku kembali menulis dan ikut lomba blog tipis tipis.

Lalu seakan jadi penyeimbang, aku berhasil memenangkan beberapa lomba blog dan menulis.


dok. pribadi 

dok. pribadi 




November

Kuliah lagi padat. Tugas, UTS, kerja kelompok, semuanya seakan menyita perhatian.
Belum lagi pressure dikerjaan. Bersyukurnya disaat tugas dan UTS yang padat, aku punya atasan yang mengerti situasi ku. Jadi aku masih tetap bisa menyeimbangkan keduanya.
Tapi menjelang akhir november, badai yang merubah segala pola pikir ku itu datang.


Desember

Sebuah situasi yang tak dapat aku deskripsikan.
Awalnya ku kira semua akan berjalan lancar, sesuai ekspektasi. Apalagi langkah demi langkah berlalu sebagaimana mestinya.

Namun mental ku terguncang saat berhadapan dengan hal diluar rencana ku. Diluar prediksi. Tak disangka.Kejadian yang meyakini ku bahwa ini masih di dunia, tempatnya ketidakpastian, segala hal bisa terjadi. Diluar kendali.

Aku yang tak siap melalui semuanya sempat putus asa, ingin mundur dan berpikir dunia akan berhenti begitu saja. Aku sampai pada titik dimana kegalauan ku sudah bukan tentang cinta lagi. Aku terlalu payah untuk kehidupan yang kejam.

Tapi aku sadar, mungkin inilah fase awal bertumbuh.

Beranjak dari semua yang terjadi, aku menyadari hal yang sering terlupa selama ini. Hal yang mulai terabaikan saat aku mulai berpacu dengan kesibukan.

Aku lupa dengan hakikat pemegang kekuasaan hanya ada pada Tuhan. Aku berusaha, tapi lupa menyerahkan semua hasil pada-Nya. Sang Maha Pasti.

Beruntungnya, aku menyadari semua saat guncangan yang ada masih tak begitu hebat. Sehingga aku tetap bisa bangkit lagi. Aku juga punya team support pribadi yang selalu mengingatkan dan menguatkan.

Kini aku coba berbenah dan menata semua yang bisa ku lakukan. Sisanya biar Tuhan yang menentukan.

Terima kasih untuk semua cerita dan pengalaman yang tak terduga, 2019.
Share:

Minggu, 22 Desember 2019

Unboxing SOCOBOX Pertama


Zaman sekarang, nggak sulit lagi untuk kita buat nyobain produk skincare atau make up secara cuma-cuma. Selain dengan nyobain lewat tester yang ditawarkan di toko kecantikan, kita juga bisa cobain produk kecantikan lewat platform atau aplikasi di internet. Ada banyak sekali yang bisa dicoba, salah satunya di sociolla.
Yep, di sociolla selain bisa buat jajan skincare, disana kita juga berkesempatan cobain produk gratisannya loh. Aku awalnya juga ngga tau nih, mupeng juga pas liat salah satu temen bikin story di instagram. Review skincare gitu. Terus pas ketemu dia, aku tanya-tanya tentang produk yang dia review di story ig itu terus belinya dimana.
Ternyata eh ternyata, dia dapat gratisan dong.
Aku juga mauuuuu....
Lalu aku dikasih tau caranya nih, sama dia. Kalian mau tau juga nggak? Oke, aku share disini.
Pertama, kalian download dulu aplikasi SO.CO by Sociolla di app store smartphone kalian. Kalo udah, silakan instal sampai aplikasinya nangkring di layar smartphone.
Kedua, ikuti prosedur login (kalau kalian sudah punya akun sociolla) atau sign in (jika belum punya akun).  Setelah selesai, mulai deh ikutan review, bikin artikel atau bikin polling disini. Kita harus aktif gaes agar kesempatan dapat produk gratis juga semakin besar.
Selain itu, setiap ada notif email masuk dari soco harus cepetan dibuka. Biar nggak ketinggalan info. Mana tau lagi ada diskon produk atau penawaran socobox.
Kalau aku kemaren, setelah mengikuti apa yang disarankan teman ku itu. Aku berusaha untuk aktif disela kesibukan buat ngasih review produk skincare yang aku pakai. Meskipun produk skincare nya gak beli disitu, tapi aku review juga. Itung-itung meramaikan deretan review orang-orang dari berbagai jenis kulit dan masalah kulitnya. Ada yang cocok, ada yang nggak cocok. Intinya selalu beri review jujur.
Lalu aku juga selalu ngecek notif email secara berkala agar email dari soco bisa terpantau terus oleh ku. Kadang, dia selalu ngasih email penawaran untuk produk yang akan dibagikan dalam bentuk socobox.
Kebetulan saat itu lagi penawaran produk garnier. Tanpa pikir panjang, aku langsung ikuti rules yang ada agar berkesempatan dapat socobox.
Usaha ku berbuah manis. Aku lupa kira-kira berapa lama estimasi pengumuman pemenang socobox sejak aku selesai mengikuti rules yang ada, intinya saat melihat email dengan subjek congratulations dari soco. Aku langsung sumringah.
AKU DAPAT SOCOBOX GAES, SETELAH PENANTIAN LAMA.
Seneng banget dong.
Setelah itu, aku harus mengisi data agar pihak soco bisa mengirimkannya dengan selamat ke rumah ku.
Nggak sampai dua minggu, socobox warna pink unyu ini telah mendarat cantik di rumah ku.


socobox sebelum dibuka (sumber: dok. pribadi)

And i got it.

setelah socobox dibuka (sumber: dok. pribadi)

Garnier Sakura White Pinkish Radiance Ultimate Serum (sumber: dok. pribadi)


 Garnier Sakura White Whitening Serum Cream (sumber: dok. pribadi)


Garnier Sakura White Pinkish Glow Facial Foam (sumber: dok. pribadi) 

Oiya, jangan lupa juga, setelah dapat socobox. Kita wajib bikin story buat pamer ke temen-temen hahaha.
Dan bikin review produknya di aplikasi soco juga yah. Jangan jadi penerima socobox yang tidak bertanggung jawab. Karena kita udah dikasih produk gratis, ongkir gratis, jadi jangan malas untuk memberi review jujur dari apa yang kita rasakan terhadap produk tersebut. Oke?
Kalau aku aja bisa dapat socobox, kenapa kalian engga. Selalu ada kesempatan asal kita mau berusaha.
Sekian dari aku. Semoga pengalaman ku ini bisa memberi pencerahan buat kalian yang suka berburu produk kecantikan gratis hihi.
Share:

Selasa, 29 Oktober 2019

Paket Lengkap Wisata Seru Di New Zealand

New Zealand atau Selandia Baru –dalam bahasia Indonesia- adalah sebuah negara kepulauan yang berada di Barat Daya Samudera Pasifik, kawasan Oseania. Negara yang kawasan geografisnya terdiri dari dua pulau besar yaitu pulau Utara dan pulau Selatan, dipisahkan oleh Selat Cook dan beberapa pulau kecil lain disekitarnya membuat pesona alam New Zealand begitu khas. Selain itu keramahan warganya juga menjadi daya tarik tersendiri saat mengunjungi negara ini.
New Zealand juga menawaarkan berbagai permainan ekstrem yang tak kalah menantang dan spot foto dengan background alami seperti pegunungan, pantai, danau, sungai, serta hamparan lahan hijau yang luas, membuat kita tak ragu memasukkan New Zealand ini dalam list negara yang wajib dikunjungi untuk berwisata. Pokoknya paket lengkap deh!
Kira-kira destinasinya apa saja ya? Simak yuk!

1.        Auckland Sky Tower

(foto via pinterest)

Auckland Sky Tower ini merupakan bangunan tertinggi di New Zealand. Tingginya mencapai 328 meter dari permukaan tanah. Disini kita bisa mencoba wahana Sky Jump.
Tapi sebelum memulai permainan tersebut, kita wajib untuk mengisi riwayat penyakit pada form yang sudah disediakan, lalu mengenakan serangkaian pengaman agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.
Setelah itu, kalian sudah bisa mencoba Sky Jump. Permainan ini sangat memacu adrenalin. Karena kita ditantang untuk terjun dari ketinggian, tepatnya dari atas menara Auckland Sky Tower. Tertarik mencoba?

2.        Shotover Jet

(foto via pinterest)

Salah satu wahana pemacu adrenalin lainnya yang ada di New Zealand adalah Shotover Jet.
Jika kalian pernah naik roller coaster, mungkin sensasinya kurang lebih sama seperti itu. Bedanya shotover jet ini adalah kita akan dibawa melaju kencang diatas sungai mengarungi celah tebing yang curam. Sudah bisa dibayangkan bagaimana menantangnya permainan ini?

3.        Hobbiton Movie Set

(foto via pinterest)

Ada yang pernah nonton film Lord Of The Rings?
Salah satu set tempat syuting dari film tersebut ada di New Zealand loh!
Menariknya, tempat tersebut bisa dikunjungi wisatawan pula. Disini kita bisa berswafoto ria di rumah rumah milik hobbit, manusia kerdil yang ada di film tersebut. Peraturan terpenting yang perlu dipegang jika berkunjung kesini adalah jangan mencabut rumput dan jangan buang sampah sembarangan.

4.        Botanical Garden

(foto via pinterest)

Destinasi asik buat foto-foto lainnya ada di kota Christchurch, New Zealand, tepatnya di Botanical Garden. Disini terdapat banyak sekali jenis pohon dan tanaman dari seluruh dunia. Bahkan bunga mawar yang tersedia disini saja mencapai 250 jenis mawar dengan warna cantik dan beragam.
Tempatnya adem, bersih dan bagus banget jadi latar berfoto instagramable. Yakin nggak mau kesini?

5.        Punting On The Avon

(foto via pinterest)

Masih di tempat yang sama dengan Botanical Garden. Disini juga ada wisata menyusuri sungai ala Venice (Italia). Bedanya jika di Venice menggunakan perahu gondola, disini menggunakan perahu punting. Perahu ini bentuknya lebih kecil dari gondola.
Selama 30 menit kalian akan diajak menyusuri sungai dangkal nan tenang dengan pemandangan taman hijau dengan bunga-bunga cantik dan pohon rindang disekeliling, serta sesekali melewati jembatan bernuansa aesthetic membuat suasana romantis kian terasa.


(foto via pinterest)

Dimana kita biasa melihat sunrise yang indah? Gunung? Pantai?
Di New Zealand, kalian bisa merasakan pengalaman melihat sunrise yang berbeda dari biasanya. Apa itu? Melihat sunrise diatas awan. Menggunakan balon udara tentunya.
Namun jika ingin melihat view sunrise terbaik, kalian bisa datang saat musim semi (sekitar akhir bulan September – November) dan pagi pagi buta sekali. Karena menuju titik kumpulnya memerlukan waktu dan persiapan yang cukup, agar saat kita sudah diatas dengan balon udara, sunrise yang dinanti bisa dilihat tepat waktu.
Melihat secara langsung indahnya detik-detik terbit matahari dari ufuk timur itu tentu tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Jika melihat sunrise dari atas gunung atau pantai saja sudah indah, apalagi dari atas awan. Ditambah lagi pemandangan berupa pegunungan dengan beberapa puncaknya yang masih tertutup es, serta padang rumput hijau dibawah membuat kita semakin mensyukuri akan indahnya ciptaan Tuhan.

7.        Makan Burger di Fergburger

(foto via pinterest)

Puas mengunjungi berbagai tempat wisata menarik, tentu membuat perut terasa lapar dan menuntut minta diisi.
Salah satu kuliner yang patut dicoba jika berkunjung ke New Zealand adalah Burger di Fergburger. Karena burger disini terkenal dengan cita rasanya yang sangat lezat. Terbukti dengan padatnya pengunjung yang rela mengantri demi burger ini.

Tempat wisata yang ditawarkan di New Zealand menarik sekali bukan? Selain destinasi diatas, masih ada banyak sekali tempat wisata menarik yang perlu dieksplor jika berkunjung kesini. Jangan sungkan berkunjung ke New Zealand yah!
Share:

Jumat, 23 Agustus 2019

Akhirnya jadi MABAAAA


Haloo.

Aku kembali setelah sekian lama berkutat dengan lomba blog dan beberapa urusan di dunia nyata yang cukup menyita perhatian dan mungkin akan menjadi fokus ku selama beberapa bulan ke depan.

Beberapa bulan lalu, aku memutuskan untuk mengikuti seleksi Online Academy yang diadakan Digitalent Kominfo dan dengan sangat  tak disangka aku lolos. Awalnya aku sempat minder, karena nggak punya basic IT tapi modal nekat aja ikutan dan niat untuk belajar hal-hal baru. Hasilnya, apakah aku akan konsisten dalam menjalaninya? Kita lihat saja nanti.

Selain itu, di bulan Agustus yang penuh kejutan ini juga menjadi titik perjuangan awal ku. Setelah memutuskan untuk kembali melanjutkan studi di perguruan tinggi, setelah sempat dilema memilih mana perguruan tinggi yang worth it untuk seorang karyawan macam aku ini, tepat di tanggal 18 Agustus 2019, Helka Sari Rezeki resmi jadi Mahasiswa Baru.

Aku menjatuhkan pilihan pada salah satu sekolah tinggi di kota tempat tinggal ku sendiri. Biar nggak ribet urusan juga nantinya, gitu saran temen-temen ku pas aku bingung dan nyari referensi ke mereka.

Hm, semoga aja urusan ku selama berkuliah nanti dilancarkan terus sama Yang Maha Kuasa.

Sebenernya aku nggak bahagia bahagia banget juga sih jadi maba, karena aku sadar setelah ini waktu tidur ku pasti akan tersita. Waktu buat leyeh leyeh ku akan terganti dengan tugas tugas dan tugas. Di sisi lain, aku juga pengen jadi wanita yang berpendidikan.


Kuliah udah jadi salah satu goals ku sejak dulu, tapi karena terhalang biaya, aku terpaksa menunda sampai waktunya siap dan alhamdulillah sekarang lah saatnya. Mulai belajar formal lagi dan bertemu orang orang baru lagi.

Ahh, lama nggak nulis bikin gaya bahasa ku jadi kaku. Tanpa perlu berpanjang lebar lagi, sini ku suguhkan foto foto saat aku PKKMB kemarin.








Share:

Sabtu, 27 Juli 2019

Mata Kering?! Nggak usah panik, kan ada Insto Dry Eyes

Hm, mumpung lagi weekend aku pengen curcol ah.

Biasanya weekend gini aku isi dengan kegiatan menulis, nonton drama korea atau baca buku. Kadang saking fokusnya baca buku atau nonton drama, aku bisa menghabiskan waktu seharian dengan berdiam di kamar sambil melakukan kegiatan tersebut. Ditemani kipas angin yang adem banget dan masker yang menyegarkan wajah. Sungguh akhir pekan ku yang indah. Eits, tapi kok mata ku mulai sepet, perih dan pegel.

Ya itu keluhan ku di akhir pekan, kalo pas hari kerja gimana? Ada juga.

Bekerja sebagai seorang staff administrasi di salah satu perusahaan swasta tentu membuat aku selalu berhadapan dengan layar komputer terus setiap harinya. Uhm, maksud ku 5 hari dalam seminggu waktu ku selalu dihabiskan dengan komputer. Belum lagi kebiasaan menatap layar smartphone yang emang udah berasa jadi kebutuhan sehari-hari. Mata ku lelah sebenernya, tapi mau bagaimana lagi.

Selain itu, perjalanan menuju ke kantor juga jalannya sangat berdebu sekali.  Tak jarang, mata ku jadi perih karena kemasukan debu. Kalau mulut dan hidung kena debu kan kita bisa pakai masker, lalu kalau mata gimana? Masa pakai masker mata. Hm.

Ah, sampai aku coba searching di mbah google, aku baru tau kalau mata sepet, mata pegel, mata perih, mata lelah yang jadi keluhan ku selama ini merupakan gejala mata kering. Hal-hal yang menjadi rutinitas ku ternyata berakibat buruk pada mata ku sendiri.

Lantas, bagaimana aku bisa menghadapi semua ini?!?!!

Nggak usah panik guys!

Mata kering umumnya dirasakan oleh orang yang berusia lanjut, tapi nggak menutup kemungkinan juga yang berusia muda juga merasakan hal sama. Apalagi rutinitasnya sama kayak yang aku alami.

Beruntung mata sepet, mata pegel, mata perih, mata lelah yang ku alami itu adalah gejala dari mata kering saja, sebelum mengarah ke hal yang serius akan lebih baik jika menanggulanginya sejak dini.

Dengan apa?

1.  Melindungi mata dari lingkungan yang menyebabkan mata kering, seperti cuaca berangin, berasap  atau berdebu. Hindari lingkungan tersebut pokoknya, atau gunakan kacamata sebagai pelindung.

2.     Hindari dulu pemakaian riasan pada mata untuk sementara

3.     Mengatur lama kerja di depan layar komputer

4.    Banyak mengonsumsi asam lema omega 3 yang dapat memperbaiki kondisi mata kering. Omega 3 banyak terdapat pada beberapa jenis ikan.

5.    Dan solusi paling simpel adalah dengan menggunakan Insto Dry Eyes. Yap, karena insto dry eyes ini  memiliki kandungan yang dapat berperan sebagai air mata buatan.

Kenapa bisa?




Jadi insto dry eyes ini mengandung bahan aktif yang dapat mengatasi kekeringan pada mata dan dapat digunakan sebagai pelumas pada mata. Selain itu, insto dry eyes juga memiliki bahan aktif yang dapat membunuh bakteri.

Kandungannnya lengkap banget kan buat yang punya rutinitas kayak aku.

Insto dry eyes ini ukurannya lumayan mini. 7,5 mL dong ukurannya, tentu hal ini memudahkan kita untuk membawanya kemana aja. Diselipin dalam pouch P3K-nya buat yang hobi traveling bagus banget nih.

Aturan pakainya juga mudah, cukup teteskan 1-2 tetes pada setiap mata, 3x sehari atau sesuai anjuran dokter.

Kesan pertama pas netesin insto dry eyes ini ke mata nggak ada sensasi perih atau apa gitu, rasanya biasa aja. Kayak air mata.

Lalu masalah harga? Kalian nggak usah ragu, karena harganya terjangkau sekali dan produknya juga mudah ditemukan di apotik terdekat.

Kandungan lengkap, ukuran travel-friendly, cara pakai mudah dan harga oke, Insto Dry Eyes ini udah paket lengkap banget untuk mengatasi gejala mata kering dan harus ada terus buat pertolongan pertama pada mata kering.

Share:

Minggu, 21 Juli 2019

Yuk, Kenalan dan Mulai Berperan Aktif Dalam Pemanfaatan dan Kelestarian Sumber Pangan




Tahukah kalian, jika setiap tanggal 22 Mei itu diperingati sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia (International Day for Biological Diversity). Untuk peringatan Hari Keanekaragaman Hayati tahun 2019 sendiri mengangkat tema ‘Sustainable Use Of Biodiversity for Our Food and Health’ yaitu upaya meningkatkan pengetahuan dan menyebarkan kesadaran tentang ketergantungan sistem pangan, nutrisi dan kesehatan kita pada keanekaragaman hayati dan ekosistem yang sehat.

Duh, kayaknya topiknya bakalan berat. Skip aja deh.

Eits, jangan dulu!

Pengetahuan dan kesadaran tentang betapa ketergantungannya kita pada sumber pangan, nutrisi dan ekosistem yang sehat itu penting loh, apalagi untuk generasi millenial jaman sekarang. Harapannya, dengan kita memiliki bekal pengetahuan akan muncul kesadaran untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan sumber pangan yang berpengaruh pada kesehatan kita sendiri dan ekosistem.

Biar anak cucu kita nanti masih bisa menikmati, guys!

Oiya, katanya Hari Keanekaragaman Hayati, tapi kok fokusnya ke sumber pangan dan kesehatan sih, bukannya keanekaragaman hayati itu tentang satwa, tumbuhan atau habitat mereka aja?

Keanekaragaman Hayati itu pengertiannya luas bos ku. Nggak melulu tentang satwa, tumbuhan atau tempat tinggal mereka. Biar lebih jelas, sini deh, ku jabarin pengertian sesungguhnya tentang keanekaragaman hayati.

“Keanekaragaman Hayati adalah tingkat variasi bentuk kehidupan, mencakup ekosistem bioma spesies atau seluruh planet. Keanekaragaman hayati juga merupakan tolak ukur dari kesehatan ekosistem dan sebagian fungsi dari iklim.”

Setelah membaca pengertiannya, ada yang masih belum ngeh sama apa itu keanekaragaman hayati?

Kalo gitu, aku kasih contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari aja.



Selama ini, kita sebagai manusia sudah begitu banyak memanfaatkan bentuk keanekaragaman hayati untuk kebutuhan primer. Apa aja sih? Makan contohnya. Di dalam makanan kita ini kan, ada nasi, sayur, ikan, daging, buah dan teman-temannya.

Apalagi di Indonesia sendiri, makanan pokok terdiri dari berbagai macam jenis, tergantung daerah masing-masing. Ada yang makanan pokoknya jagung, sagu, singkong, ubi jalar, talas, gandum, kentang dan yang jadi mayoritas adalah beras.

Yap, sampai sini udah paham kan, kenapa tahun ini tema peringatan Hari Keanekaragaman Hayati itu tentang sumber pangan dan kesehatan kita. Karena emang sepanjang hidupnya manusia itu nggak bisa lepas dari kebutuhan pangan.

Semakin tahun pula, kebutuhan akan pangan juga semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Sedangkan lahan, ekosistem dan jumlah petani masih belum mampu mengiringi lajunya kebutuhan tersebut.

Belum lagi terkait fakta dari Economist Intelligence Unit (EIU) tahun 2016 menyebutkan bahwa Indonesia sebagai salah satu penyumbang sampah makanan terbesar di dunia, padahal mirisnya masih banyak penduduk yang belum tercukupi kebutuhan pangannya. Penduduk kurang gizi dan busung lapar masih ada di negara kita yang tercinta ini.




Meskipun isu ini sudah beredar cukup lama, tapi tak ada salahnya jika hal ini kita jadikan sebagai referensi mengapa kita harus mulai memberi perhatian kepada ekosistem, sumber pangan dan kesehatan kita. Ternyata semuanya saling memiliki keterkaitan demi berlangsungnya kehidupan di bumi.

Sebenarnya masih ada banyak lagi isu terkait masalah ini, hanya saja cukup berkaca dari 2 isu tersebut kita seharusnya sudah memiliki kesadaran untuk berubah. Berubah menjadi generasi yang peduli dengan ekosistem, sumber pangan dan kesehatan.

Iya nih, terus gimana caranya agar kita kita generasi muda ini juga bisa memberi kontribusi dan berperan aktif dalam menghadapi masalah ini?

Caranya gampang banget.

Yang sulit itu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena pasti ada aja tantangannya. Tapi ku harap, kalian pembaca tulisan ini merupakan orang-orang yang tangguh, orang yang peduli dengan keberlanjutan sumber pangan dan kesehatan.

Oke, langsung aja disimak tentang bagaimana langkah kecil kita untuk menjaga, memanfaatkan dengan bijak dan melestarikan sumber pangan, baik untuk kesehatan kita sendiri maupun ekosistem.

1.    Ubah Mindset

Untuk melakukan suatu tindakan, tentu kita pasti mempunyai dasar tertentu yang kita tanamkan dalam hati dan pikiran. Sebuah niat yang dilakukan terus secara konsisten hingga membentuk suatu mindset yang menjadi dasar kenapa kita melakukan hal tersebut.

Sebelum kita melangkah, ada baiknya kita harus mengubah mindset dulu. Kenapa? Karena disaat kita sudah mulai ragu dengan apa yang kita lakukan dan orang sekitar juga mulai meremehkan tindakan kita, kita mampu memberikan dan menjelaskan kepada mereka mengapa kita memulai.

Mulai sekarang, ayo kita tanamkan pada diri kita agar berubah dan mau melakukan tindakan sekecil apapun yang bisa kita lakukan, serta peduli dengan lingkungan sekitar, demi anak cucu kita bisa merasakannya di masa depan.


2.    Mulai dari Diri Sendiri

Setiap perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil. Nggak usah berbicara tentang ruang lingkup yang masih belum tentu bisa kita kontrol, kita mulai dari diri sendiri aja dulu. Asal dilakukan dengan konsisten, tentu akan mengundang perhatian orang lain.

Mereka yang tertarik dengan apa yang kita lakukan, mungkin akan bersimpati dan turut melangkah bersama kita juga. Percayalah, guys, siapa lagi yang akan memulai kalau bukan diri kita sendiri!


3.    Take Action

Setelah menanamkan mindset dan yakin untuk memulai, segeralah untuk take action!

Yap, karena masalah yang kita hadapi ini terkait dengan kebutuhan pangan berbanding terbalik dengan ketersediaan pangan. Maka langkah yang mungkin bisa kita lakukan adalah dengan ikut melestarikannya.

Seperti yang kalian ketahui, jumlah petani sekarang semakin berkurang. Karena mungkin anak muda jaman sekarang juga menganggap pekerjaan ini tidak terdengar begitu keren dikalangan mereka. Padahal peran petani ini sangat besar loh, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena mereka jugalah Indonesia mendapat julukan negara agraris.

Nggak melulu karena petani, lahan yang akan digarap juga mulai berkurang seiring dengan berubahnya lahan lahan tersebut menjadi pemukiman warga ataupun gedung bertingkat.

Ditengah begitu banyaknya masalah yang dihadapi, lantas kita menyerah? BIG NO!

Suatu keterbatasan akan menjadi peluang jika kita mampu dan siap dalam berinovasi.




Jaman sekarang teknologi sudah sangat canggih ya, semuanya jadi terasa mudah untuk mengakses informasi dan berkomunikasi. Karena itu, tidak ada salahnya untuk coba belajar dan mencari referensi disana, contohnya mengulik tentang apa yang petani di Jepang lakukan agar tetap bisa bertani meskipun luas lahan tidak memadai.

Nggak cuma itu aja guys, banyak sekali hal positif yang bisa kalian lakukan di era digital seperti ini. Segalanya jadi semakin mudah untuk mengakses berbagai macam hal, belajar hal baru dan melakukan inovasi terkait dengan masalah yang kita hadapi.

So, ditengah segala kemudahan sekarang ini, kalian mau, hanya jadi millenial yang hobi mantengin sosmed doang dengan tatapan hampa dan tanpa hasil apa-apa. Kalo buat yang menghasilkan mah, gapapa sih. Hehehe.


4.    Bijak dalam Makan dan Memilih Makanan

Masalah kita nggak hanya tentang petani dan lahannya, tapi juga tentang angka limbah makanan yang dihasilkan masih begitu tinggi.

Mulai sekarang, coba deh untuk menghemat. Ambil makanan yang emang mau dimakan dan makan dalam porsi yang emang perut kita perlunya segitu. Jangan berlebihan. Jangan kalap juga ngeliat tampilan makanan yang semakin unyu unyu terus bikin kita serakah pengen makan semuanya. Itu nggak baik guys!

Selain bikin gendut, coba pikirin deh, masih banyak orang dibelahan bumi lain yang belum makan. Nggak usah ngomongin manusia dibelahan bumi lain, temen kalian yang ngekos itu, coba sekali sekali tanya, sudah makankah ia hari ini?

Kalau udah gitu, alangkah lebih baiknya kita yang lagi berlebihan dalam hal makanan berbagi dengan mereka. Tentunya, jangan lupa perhatikan kebutuhan gizi juga ya!

Pakai rumus 4 sehat, 5 sempurna.


5.    Jangan Cemari Lingkungan

Nggak adil rasanya kalau kita memanfaatkan sumber pangan dari alam, tapi nggak menjaga alam itu sendiri. Menjaga alam dan ekosistem didalamnya juga salah satu tugas kita guys!

Contohnya, jangan cemari lingkungan.

Jangan buang sampah sembarangan, terapkan prinsip 3R, jangan gunakan lagi kemasan sekali pakai, jaga kebersihan sungai, jangan menggunakan pestisida berlebihan, dan masih banyak hal kecil lainnya yang bisa kalian lakukan.

Apa aja lagi?

Kalau mau tahu lagi contoh lainnya, kalian bisa follow akun gerakan peduli lingkungan yang beredar di sosial media dan stalking kegiatan mereka. Selain mengedukasi, kalian juga jadi semakin tergerak untuk ikut melakukan gerakan tersebut.

Kuy, isi sosial media kalian dengan konten yang bermanfaat, jangan cuma dimanfaatin buat stalking mantan sama pacar barunya. Ups!
Share: